Polda Sumut Ajukan Red Notice Bos Judi Online Apin BK

Sebarkan:
HMR (Medan) - Akhirnya Polda Sumut mengajukan penerbitan Red Notice untuk Bos Judi online terbesar di Sumut, Apin BK alias Jhoni (Poto), warga Kompleks Cemara Asri yang kabur ke Singapura. Permohonan red notice itu dikirim Polda Sumut ke Divhubinter Mabes Polri. 

"Saat ini pengajuan itu masih dalam proses," kata Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi, Rabu (21/9).

Red notice merupakan permintaan penangkapan terhadap seseorang yang ditetapkan sebagai buron atas suatu tindak kejahatan yang kabur ke luar negeri, jelas Hadi.

“Interpol akan mengeluarkan red notice setelah adanya permintaan dari negara yang bersangkutan. Petugas akan berkoordinasi
dengan interpol National Central Bureau (NCB) untuk Indonesia atau Interpol Indonesia," tutur
juru bicara Polda Sumut tersebut.

Diketahui, Polda Sumatera Utara (Sumut) telah menyita tujuh aset milik Apin BK di Kompleks Cemara Asri sebagai barang bukti tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ke tujuh Gedung itu berada di tiga lokasi, yang masih berada di Komplek Cemara Asri, yakni Warung Warna Warni sebanyak 4 unit, dua unit di Jalan Boulevard Timur No 28 S dan 28 T. Kemudian Gedung ZVNO Coffe & Poastery satu unit yang lokasinya berseberangan jalan dengan Gedung Warung Warna Warni.

Penyitaan aset milik Apin BK itu merupakan bagian dari penyidikan yang dilakukan Dit Reskrimsus Polda Sumut.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwasanya selain menerapkan pasal tindak pidana perjudian, Apin BK juga dikenakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Penerapan kedua pasal itu sebagai bentuk komitmen Kapolda Sumut untuk membuat efek jera kepada para bandar atau pengelola perjudian di Sumut," pungkasnya. (Gung)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini