Para Nelayan Menjerit, BBM Bersubsidi Jenis Solar Sulit di Dapat

Sebarkan:


Belawan | HMRC 


Sulitnya mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi membuat para nelayan tradisional di Belawan menjerit mengapa tidak.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisonal Indonesia (DPD-KNTI) Kota Medan, Mhd. Isa Albasir kepada wartawan, Rabu (11/11/2020) mengatakan jumlah nelayan yang tergabung di KNTI Kota Medan sebanyak 2.400 orang.


“Jumlah nelayan tradisional yang belum bergabung masih banyak,” ujarnya.


Atas kelangkahan minyak BBM bersubsidi tersebut, Isa mengharapkan adanya kepedulian dari Pemerintah Pusat, khususnya pihak BPH Migas untuk lebih memperdulikan kondisi nelayan yang ada di Belawan.

Salah seorang nelayan tradisional Belawan, Herianto (58) mengatakan pada Juli 2019 lalu sempat ada dibuka SPBN.

Namun, SPBN tersebut hanya berjalan 1 bulan saja, dan tidak lagi beraktifitas hingga sekarang.

“Sampai sekarang kami tidak tahu apa sebabnya ditutup. Padahal kami sangat mengharapkan SPBN itu dibuka, karena harga minyaknya lebih murah disana,” ujanya sembari menyebutkan jika SPBN dibuka kembali, sangat membantu para nelayan dalam mendapatkan BBM yang bersubsidi. ( Ban ).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini