Kapolres Sekadau Pimpin Deklarasi "Polisi Sahabat Petani"

Sebarkan:


Harianmediarakyat.com - Jajaran Kepolisian (Polres) Sekadau mengelar deklarasi Polisi Sahabat Petani, yang dilaksanakan di kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Model, desa Selalong, kecamatan Sekadau Hilir, Kamis (12/3/2020) pukul 13.40 WIB.

Kapolres Sekadau AKBP Marupa Sagala, S.I.K dalam sambutannya menyampaikan, program Polisi Sahabat Petani merupakan atensi dan prioritas dari Kapolda Kalbar untuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.

Disini Polda Kalbar bekerjasama dengan Manggala Agni pusat, yang membuat inovasi pencegahan karhutla salah satunya dengan Cuka Kayu.

Ini menjadi Police Hazard dari Polres Sekadau, menjadi percontohan kepada kelompok tani. Deklarasi ini dilaksanakan di desa Selalong yang menjadi pilot project percontohan.

"Kita tidak melarang membuka lahan atau bertani namun yang kita larang adalah membuka lahan dengan cara membakar. Karena dampak dari asap yang pekat sangat merugikan," tutur Kapolres. 

Kapolres mengatakan pihak kepolisian mengedepankan fungsi Bhabinkamtibmas, yang nantinya akan menjadi leading sektor dari program Kapolda Kalbar yaitu Polisi sahabat petani.

Kapolres menaruh harapan mudah mudahan tidak ada hotspot di kabupaten Sekadau sehingga tidak menggangu agenda kegiatan besar seperti Pilkada, MTQ, Gawai Dayak dan lainnya.

"Kita sudah sharing dengan Pemda bagaimana caranya agar bertani tidak membakar lahan. Inilah yang bisa kami lakukan untuk membantu petani agar tidak ada yang membuka lahan dengan dibakar," lanjutnya. 

"Mohon dukungan kepada bapak bapak semua. Deklarasi ini kita mulai pertama di tingkat Polres kemudian ke wilayah Polsek jajaran," sambung Kapolres AKBP Marupa Sagala.

Berkaitan dengan Cuka Kayu, Kapolres Sekadau meminta kepada Kasat Binmas, melakukan pendataan kepada kelompok tani dan nantinya akan diberikan tungku sebagai alat cuka kayu.

Harapannya pertanian semakin maju dan dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Sementara itu, perwakilan tim Manggala Agni menjelaskan bahwa Cuka Kayu merupakan sebuah inovasi baru dengan tujuan untuk meminimalisir karhutla.

Cuka kayu menggunakan pembakaran namun kategorinya aman. Metodenya tetap membuka lahan dengan dipilah dan ditumpuk diolah menjadi cuka kayu.

Cuka kayu sangat bermanfaat untuk pertanian dan peternakan. Selain untuk mengubah pola membuka lahan dengan membakar. Cuka kayu juga sebagai lapangan usaha baru, mendapat nilai ekonomis dari penjualan cuka kayu.

Bahkan cuka kayu sangat laku di pasaran dengan kisaran harga per liter mencapai 35 s/d 40 ribu rupiah. 

Alat pembuatan juga cukup sederhana, hanya menggunakan drum dan tabung freon. Hasil limbah nanti dimasukkan dalam tungku pembakaran.

Jadi dengan menggunakan Cuka Kayu bisa menghemat pemakaian pupuk biasa walaupun membutuhkan waktu yang lama.

Giat ini dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Polisi Sahabat Petani dan praktek proses pembuatan Cuka Kayu oleh tim Manggala Agni. 

Hadir dalam kegiatan ini, Kapolres Sekadau AKBP Marupa Sagala, S.I.K., S.H., M.H, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perternakan dan Perkebunan Kabupaten Sekadau Sandae, PJU Polres Sekadau, PPL kecamatan Sekadau Hilir, Manggala Agni, Kapolsek jajaran, Kades Selalong Jelani, Bhabinkamtibmas dan Kelompok Tani desa Selalong. (Heny)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini