Paviliun Indonesia Bukukan Potensi Transaksi USD 7,7 Juta di Biofach Expo 2020 di Jerman

Sebarkan:


Nuremberg- Produk organik Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi sebesar USD 7,70 juta di pameran produk organik terbesar di Eropa, Biofach 2020. Pameran ini berlangsung pada 12--15 Februari 2020 di Nuremberg, Jerman.

"Keikutsertaan Indonesia di Biofach di Eropa merupakan strategi utama dalam pemasaran produk ekspor organik ke pasar Jerman dan Uni Eropa yang selalu dilakukan kolaborasi Atdag dan ITPC di Uni Eropa. Tahun 2020 ini, keikutsertaan dalam Biofach Expo dikelola oleh Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Atase Perdagangan Berlin dan ITPC Hamburg. Hal ini tentu untuk menggali peluang dan potensi ekspor produk organik yang saat ini masih belum maksimal dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," jelas Sekretaris Jenderal Oke Nurwan di Jakarta.

Menurut data the Research Institute of Organic Agriculture (FiBL) dan IFOAM, pasar organik di Eropa tahun 2018 tumbuh sebesar USD 44 miliar (EUR 40,7 miliar). Negara dengan pasar terbesar yaitu Jerman, Prancis, dan Italia.

Pertumbuhan tersebut dipicu oleh beralihnya tren pola konsumsi makanan ke natural dan organic food, serta meningkatnya pengeluaran masyarakat Uni Eropa dalam berbelanja produk makanan dan minuman organik. Sementara itu, merujuk data Trademap, ekspor produk organik Indonesia ke Uni Eropa pada 2018 mencapai USD 17,1 miliar atau meningkat 4,5 persen dari nilai ekspor tahun 2017.

Atase Perdagangan Berlin Nurlisa Arfani menjelaskan, capaian potensi transaksi sebesar USD 7,7 juta pada Biofach Expo ini diperoleh dari kerja keras dan ketekunan delapan perusahaan yang berpartisipasi di Paviliun Indonesia pada Biofach 2020. Kedelapan perusahaan tersebut, yaitu PT Moringa Indonesia Fangardana (produk daun kelor dan olahannya), CV Hasil Barokah Mandiri (produk gula dari kelapa), CV Kayutama Agro (makanan nektar kelapa), Mozass Healthy Lab (kopi organik), Kawanasi (kacang kenari), PT Intrafood Singabera (produk gula dari kelapa), PT Mega Organik Indonesia (chips dan snacks organik), dan PT Bukit Sari (produk teh organik).

Menurut Nurlisa, pada pelaksanaan pameran tahun ini, para peserta di Paviliun Indonesia mengakui adanya penurunan jumlah pengunjung karena merebaknya wabah virus corona di Tiongkok dan beberapa negara di dunia. Di sisi lain, peluang yang ada dengan adanya isu corona adalah buyers yang datang ke Biofach semakin fokus dan ingin mengalihkan pasokan produk organiknya dari negara tirai bambu Tiongkok ke Indonesia.

“Tercatat buyer yang melakukan transaksi tidak hanya berasal dari Eropa, namun juga dari Amerika Serikat, Kanada, dan Timur Tengah," jelas Atase Perdagangan Berlin.

Selain delapan perusahaan yang tergabung di Paviliun Indonesia, terdapat beberapa perusahaan Indonesia lainnya yang mengikuti pameran Biofach 2020 yang tampil di paviliun Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Beberapa perusahaan tersebut, antara lain Aliansi Organis Indonesia, Javara, Profil Mitra Abadi, PT. Alami Sejahtera, dan PT. Sumateran Organic Spice.

Ada juga tiga perusahaan Indonesia yang tergabung pada Paviliun Import Promotion Desk (IPD). Ketiga perusahaan tersebut adalah Aksara Kencana Putra, Koperasi Nira Satria, dan Navil Natural.

Selain itu, ada pula beberapa perusahaan berpartisipasi secara mandiri yaitu Kara Organik (Pulau Sumbu), Coco Sugar, dan Organic Food Indonesia. Seluruh perwakilan RI di Jerman, khususnya Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, mendorong penuh pelaksanaan Biofach 2020 ini. Kerja sama dilakukan mulai dari menyebarkan informasi perusahaan yang ikut serta pada Paviliun Indonesia, mengundang buyers untuk datang dan mengunjungi paviliun, serta memasang iklan di lokasi yang strategis.

Biofach merupakan pameran tahunan yang khusus menampilkan produk organik seperti makanan dan minuman, kosmetik, serta produk lain dengan sertifikat organik yang dikeluarkan anggota The International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM). Tahun ini Biofach diikuti 3.792 perusahaan dari 110 negara serta dikunjungi 47 ribu buyers profesional yang berasal dari 136 negara.
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini