Pengamat: Petani Sawit Bisa Diuntungkan dari Perang AS - Iran

Sebarkan:

Medan- Ketidakstian geopolitik kembali mengancam pasar keuangan maupun ekonomi global setelah serangan AS dilakukan untuk membunuh petinggi militer Iran. Ketidakpastian ini akan mengakibatkan tekanan setelah sebelumnya pasar justru merasa tenang dengan kesepakatan perdagangan yang rencananya akan di tanda tangani pada 15 januari mendatang antara AS dengan Cina.

"Jika sebelumnya pasar selalu bergejolak dikarenakan oleh memburuknya hubungan dagang antara AS dengan Cina. Nah saat ini, tahun 2020 yang belum sepekan kita lewati, sudah ada konflik baru yang menambah buram ekspektasi kondisi ekonomi global kedepan. Kalau sebelumnya kita dikuatirkan dengan perang dagang, saat ini ancaman militer menjadi kekuatiran baru bagi kita semua," kata pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Minggu (5/1/2020).

Setidaknya ada beberapa persoalan di tahun 2020 ini yang berpeluang menekan ekonomi dunia. Kemungkinan perang AS dengan Iran, perang dagang yang besar kemungkinan masih terus berlanjut, PEMILU di AS, masalah BREXIT, dan belum sepenuhnya memperhitungkan perlambatan kinerja ekonomi dunia maupun masalah ekonomi besar lainnya.

Ancaman perang ini nantinya akan sangat potensial memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Mengingat sekalipun serangan yang dilakukan AS belakangan ditujukan ke Iran. Namun, Iran bisa saja menyerang sekutu AS di timur tengah khususnya Arab Saudi. Ini bisa memicu terjadinya kenaikan harga minyak mentah dunia.

Fakta juga menunjukan bahwa, serangan AS ke Jenderal Iran mengakibatkan harga minyak mentah meroket 3% setelah serangan tersebut. Kenaikan harga minyak mentah tersebut memang bisa memicu kenaikan harga komoditas lainnya. Namun, bagi Indonesia kenaikan harga minyak mentah tersbeut justru akan membebani anggaran yang berpotensi memicu kenaikan sejumlah kebutuhan dasar seperti BBM, maupun Listrik.

Harga minyak mentah naik dari posisi $61 per barel di awal tahun. Namuns ehari setelahnya harga minyak meroket ke level $63 per barel. Bagi SUMUT, munculnya perang ini memilliki sisi positif yakni kemungkinan kenaikan harga sawit nantinya. Meskipun belum bisa dipastikan 100%, karena respon dari kenaikan harga minyak mentah itu tadi baru akan kita lihat pengaruhnya di pekan ini.

Tetapi, kenaikan harga minyak mentah dunia tersebut disisi lain justru bisa mengakibatkan msaalah lain yang bisa berimbas pada ekonomi makro seperti pelemahan mata uang ataupun kenaikan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga kita harus mewaspadai dampak serangan AS yang ditujukan ke Jendral Iran tersebut. (JA)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini