Mendag RI Dorong Percepatan Indonesia-GCC CEPA

Sebarkan:


Davos- Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam rilisnya Sabtu (25/01) menyampaikan, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi Majid Al Kasabi di sela gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, pada Kamis (23/1).

Pada pertemuan yang berlangsung hangat ini, kedua Menteri Perdagangan membahas percepatan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) Indonesia dengan negara-negara yang tergabung dalam Kerja Sama Negera Teluk (Gulf Countries Cooperation/GCC).

“Secara khusus, Indonesia ingin mencari dukungan Arab Saudi untuk mempercepat proses internal di antara negara anggota GCC, menuju pembentukan Indonesia-GCC CEPA. Indonesia memandang perdagangan ndonesia dan GCC sangat potensial untuk ditingkatkan. Indonesia juga ingin meningkatkan ekspor ke negara-negara GCC, khususnya Saudi Arabia,” kata Mendag Agus.

Mendag Agus juga menggarisbawahi bahwa sebelumnya kedua Pemimpin Negara telah bertemu di Istana Bogor pada Maret 2017. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengajukan proposal pembentukan kerja sama Indonesia-GCC CEPA.

Selain membahas CEPA, Mendag Agus juga menyampaikan bahwa Indonesia menyambut dan mendukung Kepresidenan G20 Arab Saudi pada 2020. Pada masa Kepresidenan G20, Arab Saudi ingin mendorong negara anggota kunci G20 membahas tantangan dan peluang ekonomi global.

Mendag mengungkapkan Indonesia sangat mendukung sistem perdagangan multilateral berbasis aturan di bawah naungan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO). Indonesia berpandangan bahwa diskusi mengenai reformasi WTO tetap perlu diangkat oleh G20 guna mendorong pembahasan reformasi WTO di Jenewa.

Dalam hal penguatan sistem perdagangan multilateral dan reformasi WTO, Indonesia telah berkontribusi dengan menyampaikan naskah tidak resmi pada saat masa Kepresidenan Jepang tahun 2019. Indonesia juga berkomitmen untuk melanjutkannya di bawah Kepresidenan Arab Saudi.

“Indonesia percaya bahwa G20 memiliki posisi secara politik untuk dalam memberikan dorongan memajukan diskusi reformasi WTO. Untuk itu, Indonesia siap terlibat dalam diskusi mengenai reformasi WTO di bawah Kepresidenan Arab Saudi,” ujar Mendag Agus.

Mendag Agus juga menyampaikan bahwa, Indonesia menyambut setiap diskusi di G20 untuk meningkatkan kapasitas negara berkembang dan negara kurang berkembang, serta meningkatkan peran UMKM. 

“G20 harus memainkan peran kunci dalam mempersempit kesenjangan pembangunan,” tandasnya.

Kedua Menteri juga menyepakati agar antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi perlu saling bertemu membahas peluang bisnis dan membawa misi dagang ke Indonesia dan Arab Saudi. Untuk itu, Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi dalam waktu dekat berencana membawa beberapa pelaku usaha Arab Saudi ke Indonesia untuk berbisnis dan investasi di Indonesia.

Mendag Agus menyambut baik rencana tersebut dan akan menyiapkan daftar produk yang dibutuhkan kedua negara serta libatkan KADIN dan pelaku bisnis.

Arab Saudi merupakan negara tujuan ekspor ke-23 dan sebagai Negara asal impor ke-10 bagi Indonesia. Pada periode Januari—November 2019, total perdagangan kedua negara mencapai USD.4,61 miliar.

Produk ekspor Indonesia ke Arab Saudi di antaranya mobil dan kendaraan bermotor, kayu lapis, kertas dan produk kertas, kelapa/kopra dan inti sawit atau minyak babassu, ikan dan produk olahan ikan, serta minyak kelapa sawit dan turunannya.

Sedangkan, produk impor Indonesia dari Arab Saudi antara lain minyak bumi dan minyak mentah, minyak petroleum, alkohol asiklik, polimer etilena, polimer propilena, hidrokarbon asiklik, serta emas.

Di bidang investasi, investasi Arab Saudi ke Indonesia tercatat sebanyak 160 proyek dengan nilai USD.43 juta selama periode 2014—2018. (rel)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini