Kejatisu Berhasil Tangkap Buronan Korupsi Rp 41,8 M

Sebarkan:
Medan- THM, Direktur PT MMC, tersangka kasus korupsi penyalahgunaan dana dekonsentrasi yang bersumber dari P-APBN dengan pagu anggaran sebesar Rp 41,8 Miliar tahun 2015, ditangkap Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara [Kejatisu] 29 Januari 2020.

SetelaH satu tahun buron, THM ditangkap saat berada di tempat kerjanya di kawasan Peutojo, Jakakarta pusat pada pukul 12.15 WIB.

“Kita menangkap tersangka THM berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara No: Print-1/L2/Fd.1/01/2020 tanggal 29 Januari 2020,” kata Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, Kamis (30/1/2020).

Setelah ditangkap, tersangka langsung diterbangkan ke Medan dan tiba pada pukul 23.15 WIB di Kantor Kejatisu. Kemudian, tersangka dititipkan di Rutan Tanjung Gusta Medan.”Dalam setahun buron, mulanya dia balik ke kampung halamannya di Bima, NTT. Kemudian pindah ke Jakarta,” ujarnya.

Sumanggar Siagian menjelaskan pada tahun 2015 Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa [Bapemas dan Pemdes] Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dengan peserta dari 25 Kabupaten Kota di Sumut.

Pagu anggarannya Rp 41.809.700.000 dan PT MMK selaku salah satu Rekanan Pelaksana melakukan markup pada Paket Zona 3 meliputi daerah Kisaran Asahan, Rantau Prapat Labuhan Batu, Panyabungan Mandailing Natal, Padangsidimpuan Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, Labuhan Batu Selatan, Padang Lawas, Labuhanbatu Utara dan Padang Lawas Utara.

“Dia melakukan markup dengan kerugian negara sebesar Rp 788.720.000 dalam Kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa Tahun 2015,” jelas Sumanggar.

“Akibat perbuatan tersangka, dia melanggar PP No 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden No 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa,” terngan Siagian ini.

Total kerugian negara dari pagu anggaran yang ada mencapai Rp 4.537.889.000 di mana kerugian negara terjadi pada markup Paket Zona 1, Zona 2, Zona 3 dengan tersangka THM, Zona 4 dan markup biaya infocus.

“Jadi, THM ini ialah tersangka terakhir. Sebelumnya ada tiga teman-temannya yang sudah disidangkan,” tutup Sumanggar Siagian.(dikutip dari intipnews)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini