Kapolda Sumut: Ada yang Menarik di Kasus Pembunuhan Jamaluddin

Sebarkan:

Medan- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan bahwa ada yang menarik dalam kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin (55). Di mana, istri korban memberikan 'Warning' atau peringatan kepada para eksekutor JP dan RF. 

"Ada yang menarik dari sini, bahwa istri tersangka memberikan warning jangan pernah menghubungi saya empat sampai lima bulan. Sampai semua dinyatakan aman," ungkap Kapolda Sumut kepada wartawan, Kamis (16/1).


 Kapolda menuturkan bahwa hal tersebut yang membuat penyidik menduduki kasus ini sebagai pembunuhan berencana. 


"Ini menarik sehingga dugaan kita pasal yang kita tuduhkan akan menjadi kasus pembunuhan berencana," ucap Martuani. 


Kapolda juga menjelaskan bahwa dalam reka adegan yang berlangsung di rumah korban ada 54 adegan. 


"Untuk rekonstruksi ini dilakukan sebanyak 54 adegan di rumahnya," jelasnya. 


Dalam kasus ini pihak kepolisian sudah berhasil mengungkap para pelakunya diantaranya adalah istri korban ZH (41), dan dua orang eksekutor yakni JP (42) dan RF (29). Di mana, istri korban diketahui sebagai otak pelaku pembunuhan Jamaluddin. 


Untuk diketahui bahwa Jamaluddin (55) merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Di mana korban ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11) siang.


Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.


Kemudian jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangakara, Medan pada Jumat (29/11) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11).

[16.02, 16/1/2020] Vahmi Iwo: Medan - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan bahwa dalam rekonstruksi yang berlangsung di Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor dilakukan para tersangka sebanyak 54 adegan. 

"Untuk rekonstruksi ini dilakukan sebanyak 54 adegan di rumahnya," katanya kepada wartawan di lokasi rekonstruksi, Kamis (16/1).


Martuani menjelaskan bahwa dalam rekonstruksi ini juga dihadiri oleh Kejari Medan, Polrestabes Medan, pihak penyidik dari Polda Sumatera Utara. 


"Saya didampingi Kajari dan Polrestabes ini untuk melengkapi seluruh kelengkapan berkas perkara kepada jaksa penuntut umum untuk dilakukan rekonstruksi secara lengkap," ucapnya. 


Martuani menuturkan bahwa dalam rekonstruksi ini, para pelaku akan melakukan adegan persiapan eksekusi dan pembuangan jasad Jamaluddin. 


"Kemarin sudah dilakukan perencanaan dan hari ini kita laksanakan rekonstruksi untuk persiapan eksekusi dan pembuangan. Ini untuk membantu jaksa umum dalam menyusun dakwaan atau tuntutan mulai dari perencanaan sampai eksekusi sehingga unsur yang dituduhkan penyidik 340 pembunuhan berencana," tuturnya. 


Dalam kasus ini pihak kepolisian sudah berhasil mengungkap para pelakunya diantaranya adalah istri korban ZH (41), dan dua orang eksekutor yakni JP (42) dan RF (29). Di mana, istri korban diketahui sebagai otak pelaku pembunuhan Jamaluddin. 


Untuk diketahui bahwa Jamaluddin (55) merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Di mana korban ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11) siang.


Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.


Kemudian jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangakara, Medan pada Jumat (29/11) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11). (iwm)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini