Bank Dunia Apresiasi Perkembangan Standar Akuntansi dan Audit Indonesia

Sebarkan:

Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan sebagai koordinator Tim Kerja Nasional penerapan standar internasional akuntansi dan audit Indonesia menyampaikan bahwa Bank Dunia telah menerbitkan hasil penilaiannya terhadap Indonesia pada akhir 2019 lalu.

Bank Dunia dalam penilaian penerapan standar internasional akuntansi dan audit
Indonesia tahun 2018 atau yang dikenal dengan Reports on the Observance of
Standards and Codes - Accounting and Auditing (ROSC A&A) secara umum
mengapresiasi perkembangan penerapan standar internasional akuntansi dan audit
yang telah dilakukan sehingga meningkatkan transparansi, tata kelola, dan
akuntabilitas pelaporan keuangan di Indonesia.

Hasil penilaian lengkap terhadap penerapan standar internasional akuntansi dan
audit Indonesia tahun 2018 ini telah diunggah di laman Bank Dunia
http://documents.worldbank.org/curated/en/478551576872263951/IndonesiaReport-on-the-observance-of-standards-and-codes-accounting-and-auditing.pdf
beberapa hari menjelang penutupan tahun 2019.

ROSC A&A Indonesia 2018 merupakan pelaksanaan penilaian ketiga kali setelah
2005 dan 2011 serta informal update 2014. ROSC merupakan bagian dari inisiatif
bersama International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia yang dimulai
paskakrisis tahun 1999 dan diperbarui tiap lima tahunan, dengan tujuan
mendukung stabilitas sistem keuangan pada lingkup domestik maupun
internasional melalui pengembangan, diseminasi, adopsi dan implementasi standar internasional.

Penilaian ROSC A&A Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman
yang baik dari berbagai pemangku kepentingan terhadap prospek investasi di
Indonesia sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat domestik dan
internasional yang selanjutnya akan semakin meningkatkan investasi termasuk
arus modal (capital inflow) ke Indonesia.

Juga membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta penguatan sistem keuangan di Indonesia Selama misi ROSC A&A Indonesia bulan Agustus 2017 hingga Mei 2018, telah dilakukan serangkaian diskusi intensif dengan Tim Kerja Nasional yang beranggotakan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kementerian BUMN, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dan Otoritas Jasa Keuangan sebagai koordinator tim. 

Diskusi juga melibatkan berbagai lembaga terkait seperti kantor akuntan
publik, asosiasi industri, dan akademisi. Bank Dunia menilai sejak penilaian ROSC A&A 2011, Indonesia telah mencapai banyak perkembangan. Para pengguna laporan keuangan menilai kualitas pelaporan keuangan secara umum lebih baik dari periode sebelumnya, khususnya laporan keuangan emiten.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang efektif berlaku pada 1 Januari 2018,
secara substantial telah sejalan dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang berlaku pada 1 Januari 2017.

Penilaian juga menyebutkan bahwa Organisasi Profesi Akuntansi / Professional
Accountancy Organizations (PAOs) telah berkembang untuk dapat lebih melindungi
kepentingan publik dan meningkatkan kompetensi serta disiplin para pelaku profesi akuntansi, didukung oleh penerbitan UU Akuntan Publik.

Berbagai kebijakan telah dilakukan seperti restrukturisasi IAI dan membentuk IAPI serta Komite Profesi Akuntan Publik (KPAP). Proses untuk menjadi akuntan dan auditor telah disederhanakan. Program studi level sarjana dan vokasi akuntansi juga telah diperbarui untuk mendukung perkembangan profesi akuntansi.

Selanjutnya, Bank Dunia mendorong otoritas dan lembaga terkait untuk
mengimplementasikan rekomendasi atas beberapa isu yang masih perlu mendapat
perhatian dalam rangka pengaturan, pengawasan dan pengembangan standar
laporan keuangan dan audit untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di
Indonesia.

Bank Dunia juga menyampaikan perlunya peningkatan koordinasi antar-otoritas
dan lembaga terkait dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif melalui penerapan standar internasional yang lebih baik. (rel/JA)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini