Bangunan Kios Simpang Jodoh, Deliserdang Diduga Liar

Sebarkan:

Deliserdang- Pos pos Pembangunan Ratusan Kios diduga liar marak dengan pengawasan para oknum preman di kawasan Simpang Pasar 7 (simpang jodoh) dan Simpang Pasar 8, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera
Utara.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang terkesan “Tutup Mata” terhadap menjamurnya pembangunan ratusan kios liar tersebut. Para oknum preman tersebut seperti penguasa yang tidak peduli dengan melanggar aturan yang ada.

Beberapa waktu lalu, dengan alasan untuk pelebaran jalan dan melanggar roiland jalan. Tim terpadu Pemkab Deli Serdang yang dipimpin Camat Percut Sei Tuan menurunkan dua unit excavator untuk menggusur dan merobohkan puluhan kios-kios pedagang di kawasan simpang pasar 7 dan Simpang pasar 8 tersebut.

Tetapi, pasca penggusuran itu, para oknum preman dengan leluasa menguasai kawasan yang di gusur tersebut dan membangun lagi kios-kios dengan melanggar roiland jalan.

“Dulu katanya kios kami di gusur karena untuk pelebaran jalan dan melanggar roiland jalan, tetapi sekarang dibangun lagi oleh tukang, di awasi oleh para oknum preman di bekas penggusuran itu dan diatas roiland lagi,” ujar salah seorang sumber yang tak mau namanya ditulis, kemarin.

Sementara, Camat Percut Sei Tuan, Khairul Azman, saat di konfirmasi wartawan terkait munculnya lagi kios-kios baru yang dibangun dengan pengawasan para oknum preman itu mengatakan,” kata dia, Maraknya bangunan diduga liar di kawasan Simpang Pasar 7 dan Simpang Pasar 8 Tembung, Desa Bandar Klippa, seluruh masyarakat yang melakukan pembangunan di tanah eks HGU PTPN tidak bisa diberikan IMB karena menyalahi peraturan dan seharusnya bangunan itu dibongkar pihak PTPN,” urainya pada wartawan.

“Pihak PTP seharusnya melakukan pembongkaran terhadap bangunan tersebut karena telah menyalahi peraturan.” tegas camat.

Lanjutnya, adapun tindakan yang akan dilakukan oleh pihak kecamatan tentang hal ini, akan segera berkordinasi dengan pihak PTPN.

Terpisah, terkait viralnya pemberitaan di media cetak maupun media online, Zamal Arifin Hrp selaku ketua LSM DPW Gebrakk Sriwijaya Sumatera Utara angkat bicara.

Dikatakannya, Pemkab Deli Serdang khususnya Camat Percut Sei Tuan Khairul Azman Harahap jangan melakukan pembiaran pembangunan kios-kios diduga liar itu yang tanpa IMB di kawasan simpang Pasar 7 dan Simpang Pasar 8 Tembung itu.

“Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut harus turun tangan dalam penguasaan para preman di lahan eks HGU PTPN di simpang Pasar 7 dan simpang Pasar 8 Tembung, karena kalau ini dibiarkan akan terjadi konflik di lapangan, apa lagi itu tanah eks HGU, yang harus jelas peruntukannya berdasarkan RUTRK, ” Pinta Zamal

Gubernur harus memanggil Bupati Deli Serdang terkait hal tersebut. Bupati juga harus mengevaluasi kinerja Camat Percut Sei Tuan Khairul Azman yang dinilai tebang pilih terhadap pengusuran puluhan kios pedagang beberapa waktu lalu dan melakukan pembiaran munculnya lagi kios-kios baru di lahan yang baru digusur tersebut.

” Ratusan kios baru di kawasan Simpang Jodoh Tembung harus digusur dan para oknum preman yang mengusai lahan di simpang Pasar 7 dan Pasar 8 Tembung juga harus ditangkap, karena lahan eks HGU yang diduga dikuasai para oknum preman tersebut adalah tanah negara, jadi ada aturannya, jangan main rampas begitu saja,” tandasnya.

Pantauan awak media ini dilokasi tampak terlihat para pekerja sibuk melakukan pembangunan kios itu Tampa ada hambatan dari pihak manapun dan menurut info dari warga setempat yang namanya tidak mau dikorankan kios – kios tersebut disewakan kepada para pedagang ikan satu mejanya sebesar 13 (tiga belas juta rupiah) sedangkan meja ikan didepan sebesar Rp.20.000.000 (dua puluh juta) dan untuk bangunan kios yang baru di bangun sewanya Rp 10.000.000/ tahunnya. (tim). tidak peduli dengan melanggar aturan yang ada. (Tim).
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini