Suami Korban Penganiayaan Minta Kapolda Evaluasi Kinerja Polsek Medan Helvetia

Sebarkan:
NM korban penganiayaan
Medan - Kasus penganiayaan,  ibu hamil,  NM (30), oleh pasangan suami istri (pasutri), BS (37) dan istrinya LS (35), dipertanyakan. Pasalnya NM kepada media mengatakan kasus yang di laporkan nya di Polsek Helvetia itu, tersangka BS dan Ls sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga saat ini belum juga dilimpahkan ke Jaksa untuk diadili demi tegaknya hukum.

"Dari mulai membuat laporan, visum hingga menghadirkan 2 saksi dan mengikuti prosedur lainnya, pasutri tersebut tak kunjung ditahan, kedua tersangka juga terkesan diistimewakan hanya sebatas wajib lapor saja ke Polsek Helvetia. Saya mohon, tolong tegakan keadilan." NM Katakan kepada Media.

Saat kedua tersangka meminta berdamai, lanjut NM,  saya sempat membuka pintu perdamaian. Namun, alangkah terkejutnya saya ternyata malah dilaporkan balik ke Polrestabes Medan dengan tuduhan telah menganiaya tersangka.

Surat panggilan NM 
"Walaupun saya lagi hamil begini saya sebagai warga negara yang taat hukum siap hadir memberikan keterangan karena saya benar dan memang menjadi korban penganiayaan pasangan suami istri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Helvetia. Saya yang korban kenapa saya pula yang dilaporkan menganiaya mereka. Allah tidak tidur," tegas korban saat diwawancarai, Sabtu (7/12/2019).

Sementara itu, Sumantri yang merupakan suami korban, meminta kepada Kapoldasu Irjen Agus Andrianto melalui Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Dadang Hartanto untuk mengevaluasi kinerja Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu Suyanto Usman karena kasus yang dialami istrinya sudah dilaporkan begitu lama dan sampai hari ini pun berkasnya belum dilimpahkan ke kejaksaan. (01)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini