PHRI Sumut Sebut Jelang Liburan Nataru Kali ini Tingkat Okupansi Alami Penurunan

Sebarkan:

Medan- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatera Utara memproyeksikan tingkat okupansi dalam libur Natal dan Tahun Baru kali ini akan mengalami penurunan dibandingkan masa sebelumnya.

"Sampai sekarang (okupansi hotel) masih di angka 50-an persen," jadi tingkat keterisian kamar hotel pada masa peak season libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini akan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana di Medan, Minggu (22/12/2019).

Padahal, lanjut  Denny untuk tahun lalu okupansi hotel sudah mencapai 80 persen pada masa yang sama. Itu artinya, okupansi hotel akan lebih sepi sekitar 30 persen selama libur Nataru kali ini dibandingkan dengan tahun lalu.

Denny menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini terjadi. Seperti faktor yang paling utama adalah karena tingginya harga tiket pesawat, fakto itulah yang sangat berpengaruh orang untuk mengurungkan rencana bepergian, dan juga mahalnya harga tiket pesawat juga mendorong wisatawan untuk memilih berlibur ke luar negeri, khususnya ke negara-negara tetangga, ujarnya.

Sehingga, akibat dari menurunnya tingkat hunian (okupansi) banyak kalangan hotel membuat paket menginap yang ditujukan bagi tamu dari Medan dan sekitarnya.

"Dalam suasana yang sama pada tahun lalu, jumlah tamu hotel antara yang berasal dari luar dengan dalam kota, relatif sama banyak. Dan umumnya mereka sudah memesan (reservasi) kamar jauh hari sebelumnya," ungkap Denny.

Mereka melakukan reservasi kamar karena sudah memesan tiket pesawat juga jauh hari sebelumnya, sebab lebih murah. Namun saat ini harga tiket pesawat sama saja, baik dipesan jauh hari maupun "last minute," jelas Denny.

Oleh Karena itu, Denny sangat meyakini penghuni hotel akan didominasi tamu dari dalam kota pada suasana peak season libur Natal dan Tahun Baru kali ini.

Namun, ancaman penurunan okupansi tersebut tidak membuat kalangan hotel "perang harga". Itu karena mayoritas dari mereka sudah memiliki segmen dan tamu reguler masing-masing, imbuh Denny.

Dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru biasanya kalangan perhotelan membuat paket menginap untuk lebih menarik tamu. Itu karena momen ini tergolong "peak season". Yakni masa ketika banyak orang bepergian dan biaya transportasi dan akomodasi biasanya berada pada titik paling tinggi.

PHRI Sumut memproyeksikan peak season libur Nataru kali ini akan berlangsung mulai 20 Desember 2019 sampai 5 Januari 2020.(JA)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini