Pemberdayaan Perempuan Bantu Selesaikan Masalah Kemiskinan di Sumut

Sebarkan:

Medan- Kemiskinan adalah fenomena multidimensional. Karena itu, masalah kemiskinan harus didekati dalam berbagai aspek, termasuk di antaranya aspek gender. Pemberdayaan dan partisipasi perempuan perlu terus didorong, dengan harapan bisa membantu selesaikan masalah kemiskinan.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina mengatakan sudah banyak penelitian yang menyebut bahwa meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi perempuan khususnya di sektor ekonomi bisa membantu mengentaskan kemiskinan. Ibu rumah tangga yang bekerja misalnya bisa membantu bapak memenuhi kebutuhan atau belanja dasar keluarga.

Pemberdayaan ini, kata Sabrina, harus diiringi dengan membantu para perempuan mengakses wadah dan ruang untuk meningkatkan kemampuan diri. Sehingga, dirinya memiliki keahlian yang ditawarkan untuk bisa berdaya dan mandiri. "Untuk itu, di sini perlu kita diskusikan bersama, solusi-solusi yang bersifat aplikatif di lapangan," tuturnya, Selasa (3/12/2019).

Sabrina menilai ada dua hal mendasar masalah pemberdayaan perempuan. Pertama yaitu terkait lemahnya akses perempuan terhadap institusi keuangan formal. Kedua yaitu lemahnya suara perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional, regional, dan daerah. "Mudah-mudahan lewat diskusi ini, hal mendasar ini bisa kita bahas dan selesaikan. Mari kita ikuti diskusi ini dengan seriusa," ajak Sabrina, saat membuka diskusi secara resmi.

Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan bahwa menurut data indeks pemberdayaan gender, peran perempuan di sektor publik akan terus meningkat. Pada tahun 2024, diproyeksikan tenaga kerja profesional perempuan akan mencapai 48.7 persen. "Artinya sumbangan pendapatan perempuan akan meningkat mencapai 40 persen," katanya.

Ada banyak peluang dan ruang bagi perempuan untuk bekerja tanpa meninggalkan urusan domestiknya di era industri 4.0 saat ini. Bekerja di rumah melalui komputer bisa memberikan penghasilan. "Untuk itu, saat in iyang perlu juga kita bahas dalam diskusi ini adalah peningkatan kapablitas perempuan di era digital," pesan Pribudiarta.(JA)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini