OJK Sumbagut Sebut Tahun 2019, Indeks Inklusi Keuangan Sumut 93,98 Persen

Sebarkan:

Medan-  Indeks Inklusi Keuangan Nasional Provinsi Sumatera Utara tahun 2019 adalahsebesar 93,98% atau terdeviasi sedikit terhadap indeks Provinsi DKI Jakarta (94,76%). Hal ini dikatakan Kepala OJK KR 5 Sumbagut, Yusup Ansori, Jumat (13/12/2019).

Dikatakannya, secara khusus,  capaian kinerja OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara untuk Sumatera Utara yang lebih baik yaitu mampu merealisasikan pembukaan 1.246 rekening nasabah baru dengan nominal transaksi/penghimpunan dana sebesar Rp2,61 Miliar dalam 1 event inklusi keuangan (2 hari) dalam acara Pasar Keuangan Rakyat 2019. 

"Kondisi ini sekaligus mendorong Provinsi Sumatera Utara  menempati runner up indeks inklusi keuangan terbaik nasional tahun 2019," ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya telah merekomendasikan perizinan 10 usaha pergadaian swasta dari  Sumatera Utara dan menjadi yang terbanyak di luar Pulau Jawa.

"Kita telah melakukan 3 roadshow sosialisasi IPO di 2019 ke berbagai Bank Umum. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kerja sama OJK, BEI, dan Industri Perbankan dalam mendorong perusahaan (yang menjadi nasabah perbankan) untuk go public," ujarnya.

Dikatakannya, roadshow ini merupakan program lanjutan dari roadshow yang telah dilakukan dari 2017, dimana pada saat itu, telah berhasil didorong 2 perusahaan untuk melakukan IPO (sehingga total emiten di Sumatera Utara menjadi 8).

"Sinergi Program Laku Pandai dengan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sehingga merealisasikan jumlah 54.020 Agen Laku Pandai dan 1.049.319 Nasabah Laku Pandai (posisi Jun-19).Dimana angka ini merupakan capaian agen dan nasabah terbesar di luar Pulau Jawa," ujarnya.

Kemudian selama 2019, telah membentuk 20 TPAKD di kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Sehingga total TPAKD di Sumatera Utara adalah 22. Selain itu OJK KR 5 Sumbagut juga menerima penghargaan dari Bank Indonesia. (JA)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini