Kasus Kematian Babi, Ini Kata Pengamat Ekonomi....

Sebarkan:

Medan- Kasus kematian babi yang ada di SUMUT yang terus mengalami peningkatan perlu mendapatkan perhatian serius. Karena masalah kematian babi ini sangat erat kaitannya dengan potensi kenaikan harga pangan yang ada di SUMUT. Selain itu, angka kematian yang terus mengalami peningkatan tersebut sangat merugikan para peternak babi.

Dikatakan pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan  menjelang perayaan natal tahun ini semua peternak babi dirugikan karena penjualan hewan ternak mereka tidak laku di pasaran. Bahkan sekalipun dijual dengan harga yang sangat miring. Kondisi ini sangat mengganggu daya beli peternak babi. Terlebih menjelang perayaan keagamaan besar Natal yang sebentar lagi.

Jika mengacu kepada data hewan yang mati dari Balai Veteriner Medan, Jumlah sebanyak 27 ribuan babi yang mati telah merugikan peternak babi SUMUT sebesar hampir 100 Milyar Rupiah sejauh ini. Dan jika melihat tren kematian yang terus meningkat, maka ancaman kematian populasi babi terbuka lebar. Nah ancaman 1.2 juta populasi babi yang bisa saja mati ini, akan merugikan peternak SUMUT sekitar 4 Trilyun nantinya.

Untuk itu pemerintah harus bertindak segera agar kerugian ini tidak meluas. Jadi langkah utama yang bisa dilakukan dengan segera adalah menyelamatkan daya beli peternak babi terlebih dahulu. Mengingat daya beli mereka terpuruk seiring dengan sulitnya mereka menjual hewan ternak tersebut belakangan ini.

Selanjutnya, kita pikirkan nasib peternak babi selama kandang tidak bisa digunakan untuk berternak. Karena menurut Bapak H. Agustia (KA Balai Veteriner). Kandang babi harus disterilkan dari virus secepat cepatnya itu adalah 3 bulan dengan pengawasan ketat, meskipun idealnya (sesuai dengan rekomendasi) itu sekitar 1 tahun.

Waktu selama itu tentunya membuat peternak akan kehilangan daya belinya. Ini akan memperburuk masalah ekonomi masyarakat khususnya mereka yang beternak babi. Untuk itu, kita mendorong pemerintah agar segera memberikan bantuan kebutuhan pokok dasar peternak, serta mengeluarkan anggaran untuk membatasi ruang gerak penyebaran virus tersebut.

Untuk menyelamatkan potensi kerugian yang 4 Trilyun tadi. Sebaiknya pemerintah menyiapkan anggaran optimal agar penyebaran virus dan kematian babi bisa dihentikan.(JA)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini