Kasus Bayi Lahir dengan Cacat di Madina, Ini Kata Kepala Dinkes Sumut....

Sebarkan:
Medan- Kasus bayi lahir dengan cacat organ diduga akibat terpapar zat kimia merkuri menggemparkan warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), dalam beberapa pekan terakhir. Sampai saat ini, belum ada kesimpulan pasti penyebab kejadian bayi lahir tak normal tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Dokter Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, masih menunggu hasil laboratorium atas pemeriksaan air baku yang digunakan masyarakat.  Selain dugaan terpapar merkuri, penyebab bayi lahir cacat diduga karena persoalan kurang gizi.

"Kalau akibat pencemaran lingkungan seperti ini, harusnya terjadi dalam satu waktu dan dengan jumlah kasus yang banyak. Tapi di Madina kan tidak. Namun kami tetap harus menunggu hasil pemeriksaan sampel air yang sudah dikirimkan ke Jakarta," ujar Alwi, Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, masalah kurang gizi pada ibu hamil memang dapat menciptakan kegagalan perkembangan janin dalam rahim. Saat persalinan, sangat rentan bayi lahir dengan kondisi tak normal.

Dia menjelaskan, secara spesifik kasus pencemaran merkuri ini pernah terjadi di Minimata Jepang pada era tahun 1958. Namun hal ini berbeda dengan di Madina. Karena kasus di Minimata dialami banyak orang dalam waktu yang bersamaan.

"Kami akan menyelesaikan permasalahnya secara tuntas. Jadi memang ada kemungkinan gizi. Ada juga kemungkinan akibat pencemaran lingkungan (merkuri). Ya tunggu saja dulu hasil pemeriksaan lab seperti apa," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga telah membentuk tim untuk menutup aktivitas pertambangan ilegal di Madina. Tambang ini diduga menjadi penyebab beberapa bayi lahir cacat dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini. Sebab pertambangan liar itu terindikasi menggunakan zat kimia jenis merkuri. (dikutip dari Inews)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini