2020, BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Sumut Meningkat

Sebarkan:

Medan- Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumut tumbuh meningkat pada kisaran 5,1 hingga 5,5 persen (yoy) di tahun 2020. Optimisme tersebut terutama bersumber dari akselerasi perekonomian domestik dan ekspor yang membaik.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan, konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh meningkat ditopang oleh perbaikan daya beli masyarakat. 

"Sementara, investasi diperkirakan terakselerasi seiring dengan berlanjutnya berbagai proyek multiyears yang mendukung konektivitas di Sumut. Sedangkan, konsumsi pemerintah disinyalir termoderasi pada tahun 2020," ujarnya, Jumat (6/12/2019).

Permintaan eksternal, diperkirakan mengalami akselerasi di tahun 2020 seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi global. Perbaikan ekonomi dunia terutama didorong pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang meningkat sebagai buah dari berbagai kebijakan akomodatif yang dilakukan bank sentral dan pemerintah di tahun 2019.

"Sejalan dengan hal tersebut, permintaan  akan meningkat sehingga mendorong akselerasi volume perdagangan dunia. Hal ini lebih lanjut akan mendorong peningkatan ekspor luar negeri Sumut pada tahun berjalan. Sejalan dengan perbaikan ekspor, impor juga diperkirakan tumbuh meningkat pada tahun 2020," ujarnya.

Disebutkannya, inflasi Sumut pada 2020 diperkirakan terkendali di kisaran sasaran inflasi nasional tiga plus minus satu persen (yoy). Namun demikian, kecukupan pasokan dan keterjangkauan harga pangan strategis terutama cabai merah perlu terus diperhatikan.

"Membaiknya prospek ekonomi ini akan mendorong tumbuhnya kepercayaan dari korporasi. Kami meyakini kredit perbankan yang tumbuh terbatas pada 2019 akan meningkat pada 2020. Hal ini didukung dengan kapasitas perbankan yang memadai sejalan dengan kebijakan makroprudensial BI yang akomodatif," tandasnya.

Dikatakannya, di bidang sistem pembayaran, kegiatan perluasan elektronifikasi penyaluran program sosial pemerintah, moda transportasi, pariwisata, pesantren dan transaksi keuangan pemerintah daerah akan terus digalakkan.

"Perluasan program elektronifikasi di berbagai area diperkirakan mampu mendorong daya beli dan konsumsi masyarakat serta mempercepat money circulation di Sumut. Khusus elektronifikasi transaksi Pemda, dukungan regulasi, SDM dan infrastruktur menjadi komponen dasar untuk mengakselerasi  akseptansi elektronifikasi," tuturnya.

Dari sisi tunai, kata dia, jangkauan distribusi pengedaran uang akan terus ditingkatkan ke berbagai wilayah di Sumut melalui program kas keliling, kas titipan hingga BI-Jangkau. Untuk mendukung ekonomi dan keuangan digital, pihaknya akan terus mendorong sinergi dan kolaborasi fintech/e-commerce  dan UMKM melalui program onboarding UMKM. (JA)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini